Jumat, 24 Oktober 2008

Jalan Kaki di Rumah Dapat Tingkatkan Vitalitas Tubuh


>
Latihan olahraga di rumah tanpa pengawasan tenaga pelatih seperti misalnya jalan kaki dapat meningkatkan vitalitas tubuh dan kesehatan, demikian dilaporkan oleh sekelompok peneliti Jepang.

Melakukan kegiatan jalan kaki di sekitar rumah selama 20 menit sedikitnya dua kali dalam sepekan dan menambah jumlah langkah yang kita buat di dalam kegiatan keseharian di rumah, memperlihatkan manfaat yang besar bagi kesehatan tubuh maupun mental setelah berlangsung 32 pekan, demikian dilaporkan oleh Dr. Nozomi Okamoto beserta rekan-rekannya dari Fakultas Kedokteran Universitas Nara di Kashihara.

Manfaat dari latihan fisik atau olahraga bagi vitalitas tubuh adalah jelas namun sebagian penelitian menyangkut program latihan di bawah pengawasan tenaga pelatih kebugaran yang dapat memakan biaya yang cukup besar dan membuat hidup tidak nyaman, demikian disampaikan oleh Okamoto den rekan-rekannya.

Hasil temuan tersebut dipublikasikan di satu majalah olahraga The International Journal of Sports Medicine. Okamoto menguji apakah latihan fisik yang dilakukan sendiri di rumah yang bersifat santai dan rileks selama 32 pekan juga dapat membawa pengaruh positif bagi kesehatan.

Para peneliti memberikan program latihan olahraga secara acak kepada sekelompok orang yang berjumlah 200 orang dewasa dengan kisaran usia 42 hingga 75 tanpa menggunakan jasa tenaga pelatih kebugaran. Latihan itu dilakukan di rumah dan sebagian lainnya lagi melakukan program latihan fisik dengan memakai tenaga pelatih di suatu tempat kebugaran .

Sebagai tambahan kelompok pertama juga diminta mengikuti latihan kebugaran selama dua jam sekali setiap empat pekan.

Pada akhir program, mereka yang mengikuti program latihan kebugaran dengan pelatih memperlihatkan kemajuan yang besar dalam tes uji stamina olahraga jalan kali dan mereka kemudian diberi tes uji fisik lainnya yaitu diperintahkan untuk duduk, bangkit dari kursi dan duduk serta bangkit dari kursi terus berulang kali selama 30 detik.

Peserta pria dari kelompok pertama memperlihatkan kemajuan secara keseluruhan, baik kesehatan fisik maupun mental dibandingkan dengan kelompok yang melakukan program latihan olahraga dengan pelatih.

Sementara para wanita mengalami kemajuan dalam fungsi organ, vitalitas dan kesehatan secara keseluruhan.

Manfaat dari program olah fisik yang dilakukan di rumah sebanding dengan kelompok yang melakukan latihan fisik dengan pengawasan tenaga pelatih, demikian dikatakan Okamoto.

"Hasil temuan tersebut dapat direkomendasikan sebagai hal yang dapat diterapkan kepada masyarakat bahwa banyak kemungkinan dan cara melakukan kegiatan fisik seperti misalnya jalan kaki di rumah sebagai kegiatan sehari-hari, yang sama besar manfaatnya bagi kesehatan fisik maupun mental dibandingkan dengan latihan olahraga yang terprogram", Okamoto dan rekan-rekannya menyimpulkan.

Rabu, 22 Oktober 2008

Bahagiakah kau


Kebahagiaan ini mungkin belum lengkap tanpa senyumanmu...
selama ini aku bahagia melihatmu...selalu ada dalam hatiku
Ketika mataku enggan tertutup dan tetap terjaga yang ku tau
hanya senyuman indah itu, senyuman manismu...
menari nari dalam benakku, ......
Sayang...mungkin hanya kamu yang punya senyuman semanis itu
aku suka matamu, aku suka candamu, aku suka semua yang ada padamu
dan aku sangat sangat sayang padamu....
namun dibalik senyum indahmu Bahagiakah kamu.....
Keceriaan yang kerap kau beri padaku
kebahagiaan saat kau ada didekatku
kehangatan yang kau berikan padaku
kasih sayang yang kau taburkan padaku
sungguh aku sangat bahagia.....jika itu tulus untukku
Bahagiakah kamu, ........
Yang saat ini ada yang aneh yang aku rasakan
kau sering menghindar dariku.....
dan saat kutatap matamu ada kekosongan yang aku rasakan
kau berubah sayang,kau kini sangat berubah....
dimana ceriamu,candamu,tawamu.....?
Apa yang dapat kuberikan untuk mengembalikan dirimu...
Apa yang harus aku korbankan untuk dirimu
Apa yang harus kuperbuat jika kau tetap diam padaku
Sayang, aku sahabat, teman,kekasih,satu satunya orang yang tau akan kamu
Namun Diammu membuatku sangat terluka,
karena aku tak dapat memecahkan keheningan ini
aku tak dapat membuatmu bahagia.....
aku hanya seorang sahabat, bagimu aku ini tak berarti
aku bukan kekasih tercintamu....
namun dilubuk hati yang paling dalam aku juga mencintaimu
sebagai sahabat...dan lebih dari itu...aku ingin menjadi kekasihmu
Tuhan, kali ini yang aku inginkan hanya melihatnya bahagia

Kesulitan Ekonomi


Mungkin saat ini krisis yang melanda seluruh dunia, yang imbasnya terhadap perubahan ekonomi yang akhirnya kita merasakan juga, betapa sulit keadaaan saat ini, yang saya rasakan saat ini dengan adanya krisis yang datang bertubi tubi dari kenaikan BBM, dan barang barang yang lainnya ikut naik, sementara pendapatan kita tak kunjung naik, apa yang harus kita lakukan untuk menyikapi masalah sedemikian rumit, banyak orang tua yang mulai cemas bagaimana kalau krisis ini tak kunjung reda, dan terus berlanjut...hingga menyebabkan PHK besar besaran...?...hiks hiks hiks..serem juga yah, Tapi kita sebagai orang yang beriman jangan sampai terlintas keputus asaan.. yang hanya akan memperuncing masalah yang sudah rumit ini.Ingat kita punya tanggung jawab membesarkan dan mendidik anak anak kita hingga menjadi manusia yang seutuhnya juga beriman yang akan mengangkat derajat kita nanti disyurga pabila kita sukses mendidik mereka menjadi orang yang bertaqwa kepada Alloh SWT.Krisis yang melanda saat ini jangan dijadikan seperti bomerang, tapi jadikan diri kita semakin kuat dan siapkan diri kita untuk lebih semangat lagi dalam mencari ilmunya Alloh juga mencari rejekinya Alloh, apa saja yang sekiranya dapat menghasilkan untuk buah hati tercinta kita siapkan dan rencanakan sebaik mungkin, jangan terlalu boros dalam memenej keuangan, usahakan seirit mungkin dengan tidak memangkas terlalu banyak pengeluaran yang pokok, usahakan berhemat.apa saja. yang menurut kita dapat dihemat.banyak puasa senin dan kamis, banyak banyak berzikir, banyak banyak doa malam, banyak banyak baca quran, istilahnya kerja keras...tirakat banter.

MEMBANGUN KEMANDIRIAN


1.Membangun kemandirian perlu dilakukan sedini mungkin yaitu sejak usia anak anak,remaja dan perkembangannya yang terkait dengan kebutuhan kebutuhan psikologis dan aspek aspek emosi, ekonomi, intelektual dan sosial.
2.Selama dalam proses terbangunnya kemandirian, peran ulama mubaligh/mubalighhot,pendidik, orang tua sangat penting guna mengarahkan dan menasehati juga membina Alquran dan Alhadist, sehingga kemandirian yang terbangun tidak kearah yang rawan maksiat.
3.Kemandirian sebagai modal dasar dalam penyelesaian-penyelesaian masalah yang dihadapinya dengan tetap ridho orang tua dan Ridho Alloh Subhana wata'ala
4.Hambatan-hambata/kekurangan kekurangan orang tua terhdap anaknya dalam mengembangkan komunikasi, memberikan kesempatan membina tangggung jawab dan menerapkan serta menanamkan konsistensi namun sebagai remaja muslimhambatan/kekurangan orang tua dalam segala hal tidak menyebabkan gugurnya kewajiban ta'dhim dan kewajiban syukur kepada orang tua bahkan perlu ditingkatkan.
5.Anak berbuat baik kepada orang tua bukan semata mata karena orang tua telah berbuat baik kepada anaknya, tetapi perbuatan tersebut sebagai menetapi perintah Alloh yang wajib dikerjakan dengan dasar keimanan dan ketaqwaan kepada Alloh Subhana wata'ala.

Kemandirian untuk anak


Kemandirian pada anak berawal dari keluarga serta dipengaruhi oleh pola asuh orang tua. Didalam keluarga, orang tualah yang berperan dalam mengasuh, membimbing dan mengarahkan anak untuk menjadi mandiri. Mengingat masa anak anak dan remaja merupakan masa yang penting dalam proses perkembangan kemandirian. maka pemahaman dan kesempatan amatlah krusial (penting). Meski dunia pendidikan (sekolah) juga turut berperan dalam memberikan kesempatan kepada anak untuk mandiri, keluarga tetap merupakan pilar utama dan pertama dalam membentuk anak untuk mandiri.
Bagaimana orang tua harus bertindak dalam menyikapi tuntutan kemandirian seorang remaja ...:
1.Mengembangkan komunikasi
berkomunikasi dengan anak adalah cara yang paling efektif untuk menghindari hal hal yang tidak kita inginkan. tentu saja komunikasi disini harus dua arah, artinya kedua belah pihak harus mau saling mendengarkan, pandangan satu dengan yang lain. Dengan komunikasi orang tua akan tahu apa pandangan pandangan dan kerangka berfikir anaknya,dan sebaliknya anak juga akan mengetahui apa yang diinginkan orang tuanya.
2.Memberikan kesempatan
Orang tua sebaiknya memberikan kesempatan pada anak remajanya untuk melaksanakan keputusan yang telah diambilnya dan membuktikannya.Biarkan remaja tersebut mengusahakan sendiri apa yang diperlukannya dan biarkan juga ia mengatasi sendiri berbagai masalah yang muncul, Dalam hal ini orang tua hanya bertindak sebagai pengamat dan hanya boleh melakukan intervensi jika tindakan sang remaja diangggap membahayakan dirinya dan orang lain.
3.Membina tanggung jawab
bertanggung jawab terhadap segala tindakan yang diperbuat merupakan kunci untuk menuju kemandirian.Dengan berani bertanggung jawab betapapun sakitnya remaja akan belajar untuk tidak mengulangi hal-hal yang memberikan dampak dampak negatif bagi dirinya.dan sebagai orang tua harus membiarkan anak kita untuk dapat bertanggung jawab dengan cara kita jangan terlalu memanjakannya.
4.Menerapkan dan menanamkan konsistensi
Konsistensi orangtua dalam menerapkan disiplin dan menanamkan nilai nilai kepada remaja dan sejak kanak kanak didalam keluarga akan menjadi panutan bagi remaja untuk dapat mengembangkan kemandirian dan berfikir secara dewasa. Orang tua yang konsisten akan memudahkan remaja dalam membuat rencana hidupnya sendiri dan dapat memilih berbagai alternatif karena segala sesuatu sudah dapat diramalkan olehnya.

AGAR BERTAHAN DI ZAMAN AKHIR


Sebagai orang iman, hidup di zaman akhir adalah ibarat tubuh yang dikelllingi banyak kuman penyakit, apabila daya tahan tubuh kita rendah maka gampang terjangkit penyakit, tetapi apabila daya tahan tubuh kita kuat tidak mudah terkena penyakit. Begitu pula keimanan dan ketqwaan dizaman akhir ini. Walaupun sekarang banyak sekali terjadi kerusakan moral manusia, kemaksiatan melanda dimana mana, tetapi jika keimanan dan ketaqwaan kita kuat maka tidak akan terpengaruh dengan krisis moral pada zaman akhir ini.
Kerusakan manusia pada zaman akhir bukan hanya merebaknya kemaksiatan yang ditandai dengan merajalelanya perzinaan dan banyaknya minuman keras tetapi juga merosotnya nilai-nilai akhlqul karimah seperti hilangnya rasa malu berbuat dosa bahkan merasa bangga melanggar aturan agama, hilangnya rasa hormat anak kepada kedua orang tuanya, bahkan berani kepada orang tuanya, siswa berani kepada gurunya, kepada ulama nya, banyak terjadi pencurian,perampokan,perjudian,pembunuhan, perkelahian antar pelajar, antar kampung, antar etnis, antar golongan, hilangnya sifat jujur,amanah, banyak orang menghambur hamburkan harta dan malas bekerja.
untuk itu upaya kiata menanggulangi kerusakan dizaman akhir...adalah
1.Memperbanyak mengaji
dengan banyak mengaji maka akan memiliki ilmu yang banyak, dengan ilmu yang banyak
akan mengerti mana yang haq mana yang batal.mana yang halal mana yang
harom..hingga bisa menumbuhkan rasa ketqwaan kita kepada Alloh.
2.Senang dan memperbanyak mendengarkan nasehat Ulama.
Dengan sering mendengar nasehat kita akan selalu mendapatkan penerangan peringatan
kejalan yang benar.
3.Bergaul dengan orang-orang yang sholih
Lingkungan sangat berpengaruh dalam membentuk kefahaman seseorang, maka didalam bergaul supaya betul betul berhati hati, jangan sampai salah memilih teman bergaul.
Dengan banyak bergaul dengan orang yang sholih, maka kita akan selalu ada yang mengingatkan jika kita melakukan kesalahan atau paling tidak kita akan merasa malu untuk berbuat kejelekan.
Kadang memang susah sekali mencari Ilmu yang benar benar..dapat kita fahami, namun sebagai orang iman kita harus semangat dalam mencari ilmu Nya hingga kita dapat selamat dari siksa api neraka..yang maha dashyat.

Melepas dirimu



menatap kepergianmu, perih hatiku terasa.....
langkahku sepertinya tertahan, ingin aku menahan kepergianmu sayang
namun aku tak kuasa....langkah ini ..rasa ini...jiwa ini...jantung ini
seakan berhenti...melepas kepergianmu....
harus bagaimanakah aku....air mata ini tak kunjung menetes....
hanya terganjal ditenggorokanku...Tuhaaaan...hentikan langkahnya...
kumohon jangan pergi sayaaang....aku sangat mencintaimu..
aku sangat membutuhkan dirimu,..aku belum siap melepas kepergianmu...
bagaimana aku jika kau benar benar menghilang dari sisiku.....
aku tak tau lagi apa yang kuperbuat dalam hidupku...
ingin aku berlari memelukmu....dan melepas semua hasrat dalam dada....
Namun kau tak kunjung...datang padaku....tiba tiba air mataku mulai menetes
seiring runtuhnya jiwaku....tak kuasa hati ini....kau pergi bagai kilat menyambar...
menghantam dada ini hingga sesak....tak ada kata kata yang kau ucapkan
hanya senyum perpisahan yang sangat perih kurasakan.....
Tuhaaaan...bukan ini yang aku mau...bukan ini yang aku pinta....bukan ini yang aku ingini....sesal kini tiada arti...yang ada kini aku harus rela melepasmu....
mungkin inilah jalan yang terbaik....bagimu tapi bukan bagiku...
karena aku masih menginginkan dirimu....dan aku tak akan pernah bisa melupakanmu
untuk saat ini...dan selamanya...kau adalah sebagian dari hidupku sayang....
Cinta yang selama ini kau berikan untukku..tak akan pernah tergantikan oleh cinta manapun...aku tau itu..karena hanya kau yang tulus mencintaiku apa adanya, kasih sayang yang selama ini kau curahkan padaku..benar benar membuat aku semakin semakin terpuruk karena aku sadar aku tak mungkin mendapatkannya untuk yang kedua kali....kau benar benar yang pertama dan yang terakhir untukku sayang...namun apakah kau merasakan yang selama ini aku rasakan....apakah kau selama ini benar benar mencintai aku....kalau akhirnya kau pergi meninggalkan aku....maafkanlah aku sayang...aku tahu kekuranganmu adalah kekuranganku...cintamu adalah cintaku...kasihmu adalah kasihku...semua...nya hanya untukmu.....kutahu suatu saat kau akan sadari betapa aku sangat sayang padamu......